![]() |
| Foto Jalan Desa Tunas Baru saat Dilintasi Kendaraan |
MUARO JAMBI – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Muarojambi mulai berdampak buruk bagi kesehatan warga. Terutama bagi warga Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi. Selain kabut asap, warga juga mengeluhkan pekatnya debu jalanan yang berterbangan setiap hari.
Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran berpadu dengan kabut asap tipis yang menyelimuti kawasan tersebut.
Debu dan asap ini tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai menyerang saluran pernapasan warga, khususnya anak-anak dan lansia.
Sanjaya, salah seorang warga Desa Tunas Baru, mengungkapkan bahwa paparan debu tebal ini dipicu akibat perbaikan jalan yang rusak disepanjang ruas jalan Desa tersebut, yang debunya terbawa oleh banyaknya kendaraan yang melintas. Sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Kondisinya sudah sangat meresahkan. Debu jalanan makin tebal karena kemarau, ditambah lagi ada kabut asap. Napas jadi sesak, tenggorokan sakit, dan rumah-rumah warga diselimuti debu setiap hari," ujar Sanjaya saat dikonfirmasi, Jumat (4/9).
Sanjaya dan warga setempat berharap ada perhatian cepat dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi maupun instansi terkait.
Warga meminta agar pemerintah daerah dapat menyiagakan armada penyiram air untuk rutin membasahi ruas jalan utama desa demi meminimalisir sebaran debu.
"Kami sangat memohon kepada Pemkab Muaro Jambi untuk turun tangan, setidaknya melakukan penyiraman jalan secara berkala. Ini sangat penting untuk mengurangi debu yang berterbangan supaya warga tidak makin tersiksa dan terhindar dari penyakit ISPA," pungkas Sanjaya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Tunas Baru masih harus bertahan dengan masker di tengah ancaman debu jalanan dan kabut asap yang tak kunjung mereda. (ndi)
