TANJAB BARAT – Kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat makin terasa kental di Halaman Kantor Pelayanan Publik Tanjab Barat, Rabu (12/08). Gelak tawa, sorak-sorai penonton, hingga adu strategi para peserta mewarnai ajang perlombaan panjat pinang massal yang dibuka langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag.
Sebanyak 31 batang pinang berbalut pelicin berdiri kokoh, menantang kekompakan puluhan tim yang siap berebut tempat tertinggi. Tak hanya memperebutkan berbagai hadiah menarik di puncak pinang, panitia juga menyediakan bonus uang tunai sebesar Rp500 ribu untuk setiap batang yang berhasil ditaklukkan.
Ketua Panitia Lomba, M. Haviz, S.E., menyampaikan bahwa penyediaan 31 batang pinang tahun 2026 ini dirancang khusus untuk menghadirkan pesta rakyat yang lebih meriah dan meluas.
“Tahun ini kami menyiapkan 31 batang pinang beserta insentif uang tunai Rp500.000 di setiap batangnya. Ini adalah persembahan untuk seluruh masyarakat Tanjab Barat,” jelas Haviz dalam laporannya.
Di balik riuhnya suasana pesta rakyat, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa panjat pinang bukan sekadar ajang hiburan pemuas dahaga tradisi. Lebih dari itu, batang pinang yang licin mengandung filosofi mendalam tentang esensi perjuangan dan gotong royong.
“Panjat pinang ini bukan sekadar tontonan yang menghibur. Di baliknya ada filosofi hidup yang sangat dalam,” tutur Bupati di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat yang memadati lokasi.
“Untuk mencapai puncak, tidak ada orang yang bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kerja sama tim, kesediaan untuk saling menopang dari bawah, rasa percaya antar sesama, dan pantang menyerah meski berkali-kali jatuh. Nilai-nilai inilah yang menyatukan kita,” tegasnya.
Bupati menambahkan, spirit yang terpancar dari olahraga tradisional ini selaras dengan visi besar daerah sebagaimana tertuang dalam tema Hari Jadi Tanjab Barat tahun ini: “Bersatu Wujudkan BERKAH Madani”.
Persatuan seluruh elemen masyarakat, menurut Bupati, merupakan bahan bakar utama untuk membawa Tanjung Jabung Barat menjadi daerah yang berkualitas, maju, religius, kompetitif, aman, harmonis, serta mandiri berinovasi.
Selain memupuk rasa persaudaraan dan gotong royong, perhelatan ini terbukti membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Lautan warga yang memadati kawasan Kantor Pelayanan Publik menjadi pasar potensial bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kuala Tungkal.
Bupati memberikan apresiasi tinggi atas dampak ganda (multiplier effect) yang tercipta dari kegiatan sosial-budaya seperti ini.
“Kerumunan antusias warga hari ini adalah peluang emas bagi saudara-saudara kita pelaku UMKM di Kuala Tungkal untuk menggenjot penjualan dan mengenalkan produk-produk unggulan daerah. Semoga pesta rakyat ini senantiasa menjadi penggerak roda ekonomi kerakyatan sekaligus menumbuhkan kebanggaan kita terhadap produk lokal,” pungkas Bupati.
Usai seremoni pembukaan, perlombaan langsung dimulai. Suasana kian memanas saat para peserta dari berbagai latar belakang bahu-membahu membentuk formasi menara manusia. Tubuh yang berlumur minyak licin tak memadamkan semangat para peserta untuk merayap naik, diiringi gelak tawa dan riuh tepuk tangan warga yang memadati arena.
Turut hadir menyaksikan kemeriahan tersebut Wakil Bupati Tanjab Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., jajaran unsur Forkopimda, para Pejabat Tinggi Pratama, Ketua KONI Tanjab Barat, serta Ketua DWP Tanjab Barat.
Melalui kemeriahan panjat pinang ini, Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat tak hanya sukses menghadirkan kebahagiaan bagi warga, tetapi juga mengukuhkan kembali identitas gotong royong dan semangat kebersamaan masyarakat Tanjab Barat.
