Muaro Jambi - Persoalan layanan air bersih di Kabupaten Muaro Jambi kembali mencuat dan menjadi perhatian serius legislatif.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muaro Jambi belum menunjukkan perubahan berarti, meski telah beberapa kali terjadi pergantian pimpinan.
Anggota DPRD Muaro Jambi, Usman Khalik, mengatakan gangguan distribusi air bersih yang dikeluhkan masyarakat bukan persoalan baru. Ia menyebut masalah tersebut berlangsung berulang dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya tanpa solusi yang tuntas.
“Pergantian direktur sudah beberapa kali, tetapi belum berdampak signifikan terhadap peningkatan layanan. Justru persoalan air ini terus berulang,” ujar Usman.
Ia menyoroti bahwa Perumda Air Minum Tirta Muaro Jambi telah dipimpin oleh sejumlah direktur, mulai dari Budi, Elis Pirsada, Zulkifli, hingga saat ini dijabat Nazaria. Namun, perubahan kepemimpinan tersebut dinilai belum mampu menjawab persoalan mendasar terkait distribusi air bersih.
Selain itu, DPRD juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang telah digelontorkan pemerintah daerah untuk mendukung operasional dan peningkatan layanan Perumda.
Menurut Usman, masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak. Gangguan distribusi air yang terjadi bahkan bisa berlangsung berhari-hari hingga berbulan-bulan, sehingga memaksa warga membeli air bersih dengan biaya lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kondisi ini jelas membebani masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang seharusnya terpenuhi dengan baik,” katanya
