SENGETI – Ratusan warga mendatangi Kantor Bank 9 Jambi Cabang Sengeti sejak Senin pagi (23/01/26). Kedatangan mereka dipicu keluhan tidak dapat diaksesnya layanan mobile banking dan ATM, yang kemudian diikuti oleh beberapa unggahan vidio di tiktok yang menerasikan bahwa sedang terjadi dugaan adanya pembobolan saldo rekening para nasabah yang menyebabkan puluhan juta rupiah milik nasabah ra'ib secara tiba-tiba di Mobile Banking Bank 9 Jambi.
Akibatnya Nasabah yang panik langsung melakukan pengecekan ke kantor cabang untuk memastikan kondisi keuangan mereka. Dari hasil pengecekan tersebut, sejumlah warga mengaku mendapati saldo rekeningnya terpotong dengan nominal besar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga siang hari sedikitnya sekitar 40 nasabah tercatat melaporkan adanya pemotongan dana di rekening mereka. Nominal potongan disebut-sebut hampir seluruhnya di atas Rp20 juta. Kondisi ini memicu keresahan serius di tengah masyarakat, mengingat sebagian besar nasabah mengaku tidak pernah melakukan transaksi dalam jumlah besar dalam beberapa hari terakhir. Antrean pun masih terlihat di ruang pelayanan, sementara petugas bank tampak berupaya menenangkan nasabah yang menuntut kejelasan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Cabang Sengeti Bank 9 Jambi, Ferdini Lily Anur, belum dapat menjelaskan secara rinci penyebab gangguan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari manajemen pusat terkait apa yang sebenarnya terjadi pada sistem layanan mereka.
“Untuk hal tersebut bisa langsung dikonfirmasi ke pusat. Yang dapat saya sampaikan, saat ini semuanya masih dalam proses (on progress),” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa bagi nasabah yang mengalami pemotongan saldo, pihak bank akan mengembalikan dana tersebut dalam waktu maksimal 10 hari kerja.
Terkait pelayanan keuangan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, pihak cabang memastikan operasional tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh insiden ini.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai sumber gangguan, apakah disebabkan kesalahan sistem internal atau faktor eksternal. Masyarakat pun berharap pihak bank segera memberikan transparansi penuh serta jaminan keamanan dana nasabah agar kepercayaan publik tidak semakin terkikis. (ndi)
