Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Anggota DPRD Muaro Jambi Pamerkan Tumpukan Sertifikat Tanah, Publik Pertanyakan Etika Pejabat

1/23/2026 | January 23, 2026 WIB


MUARO JAMBI
 – Sebuah video yang beredar luas di media sosial Instagram menuai perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria yang diduga merupakan anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, berinisial U.H, dari Fraksi PDI Perjuangan, Komisi III, tengah menunjukkan tumpukan sertifikat sambil berbicara menggunakan dialek daerah Muaro Jambi.


Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @jambisharing dan dengan cepat menyebar luas serta menuai beragam reaksi dari warganet. Dalam video berdurasi singkat itu, sosok pria yang diduga anggota legislatif terlihat mengangkat dan menghitung lembaran sertifikat satu per satu, hingga mencapai sekitar dua belas sertifikat.


Dalam percakapannya, pria tersebut terdengar mengatakan, “Belum habis, Datuk. Masih banyak, berapo ekok ko,” sambil menunjuk ke arah tumpukan sertifikat yang ada di hadapannya. Ia kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang menyinggung perhitungan luas tanah.


“Masih berapo meter lagi ko. Tuk hitungnyo dak main lembar lagi, tapi main kubik. Tuk semeter kali semeter tuk sertifikatnyo,” ucapnya dalam video tersebut.


Tak hanya itu, dalam rekaman yang sama, ia juga terdengar mengatakan, “Datuk nak model mano ko, apo nak model-model yang ko. Aman be tuk,” yang kemudian memicu berbagai tafsir di tengah masyarakat.


Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti maksud dan konteks dari pernyataan tersebut, termasuk tujuan dari penunjukan serta perhitungan sertifikat yang ditampilkan dalam video. Tidak dijelaskan pula secara rinci lokasi maupun waktu kejadian dalam rekaman tersebut.


Video tersebut langsung memicu reaksi publik. Sejumlah warganet mempertanyakan etika seorang pejabat publik yang dinilai tidak pantas memamerkan harta kekayaan atau dokumen kepemilikan di ruang publik, terlebih jika hal itu dilakukan oleh seorang wakil rakyat.


Di kolom komentar, akun @a.r.intan_njc menyoroti penegakan hukum yang dinilai belum sepenuhnya adil, dengan menyinggung aparat agar tidak hanya tegas kepada masyarakat kecil, tetapi juga kepada pihak yang memiliki jabatan.


Sementara akun @rey_saheta mengaitkan isi video tersebut dengan dugaan praktik mafia tanah dan bahkan menandai akun resmi Kementerian ATR/BPN agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius.


Komentar bernada kecaman moral juga disampaikan akun @ekky_fhlzm, yang menilai tindakan dalam video tersebut tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat. Beragam komentar itu mencerminkan kekecewaan dan kegelisahan publik terhadap perilaku pejabat yang dinilai tidak memberi teladan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang diduga dalam video tersebut maupun dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Muaro Jambi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang. (ndi)

×
Berita Terbaru Update